Anggrek SMKN 1 Batealit Smart Bloom sebagai ikon anggrek SMKN 1 Batealit Kab. Jepara.
Batealit – Siswa program keahlian Pertanian SMK Negeri 1 Batealit berhasil menghasilkan tanaman anggrek berbunga melalui kegiatan praktik kultur jaringan yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan perbanyakan tanaman modern yang banyak diterapkan di dunia industri pertanian.
Anggrek ini merupakan hasil persilangan antara anggrek Memoria Wahyu Pratama × anggrek Imelda Marina Masagung, yang menghasilkan karakter bunga yang unik dan menarik.

Melalui praktik kultur jaringan, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja laboratorium, mulai dari tahap persiapan hingga pengamatan hasil. Tanaman hasil kultur jaringan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan karakter morfologi yang jelas.
Bunganya didominasi warna pink (merah muda) dengan bibir bunga berwarna merah. Mahkota bunga (petal) tampak berpilin dengan perpaduan warna pink dan nuansa cokelat muda, sementara kelopak bunga (sepal) berwarna kuning cerah. Bibir bunga (labellum) berwarna merah dengan corak cokelat dan cokelat muda yang berfungsi sebagai penarik serangga penyerbuk. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 80 cm, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang optimal dan sehat.

Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa siswa mampu menerapkan tahapan kultur jaringan dengan baik, mulai dari sterilisasi alat dan bahan, penanaman eksplan, pemeliharaan, hingga proses aklimatisasi tanaman.

Cara Perawatan Anggrek
- Tidak menyiram terlalu sering
Penyebab paling umum anggrek berjamur dan layu adalah penyiraman berlebihan. Cek lumut pada akar: jika masih lembap, tidak perlu disiram. Jika mulai kering, barulah disiram. Bisa juga mengecek dengan menyentuh dasar akar—pastikan tetap lembap, bukan basah. - Memilih media tanam yang tepat
Media populer untuk anggrek adalah lumut sphagnum dan arang kayu. Lumut sphagnum mampu menyerap air dan menjaga kelembapan lebih lama. Arang kayu cocok untuk jenis anggrek yang tidak menyukai media terlalu lembap, seperti anggrek bulan dan cattleya. - Pemupukan rutin
Gunakan pupuk khusus anggrek. Pupuk cair dapat dibuat dari 2 gram pupuk anggrek dicampur 1 liter air, diberikan seminggu sekali tanpa membuat media terlalu lembap. Alternatif praktis adalah pupuk slow release. - Diletakkan di tempat sejuk dan bercahaya cukup
Anggrek tetap membutuhkan cahaya matahari agar berbunga, tetapi tidak boleh terkena sinar langsung. Dendrobium memerlukan intensitas cahaya 50–100%, anggrek bulan sekitar 60%, serta sirkulasi udara yang baik. - Menjaga temperatur lingkungan
Anggrek bulan tumbuh optimal pada suhu 23–30°C. Dendrobium membutuhkan suhu 20–38°C dengan lingkungan yang sejuk dan hangat.
Kegiatan praktik kultur jaringan ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami teknologi pertanian modern serta menumbuhkan sikap teliti, disiplin, dan bertanggung jawab di lingkungan laboratorium.
Melalui pembelajaran berbasis praktik seperti ini, SMK Negeri 1 Batealit terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, siap kerja, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang pertanian.
